Jumat, 05 Januari 2018

MENYONGSONG PILGUB 2018 YANG DAMAI


 
PEMILIHAN
YANG AMAN DAN JUJUR AKAN MENJADI TOLAK UKUR KEBERHASILAN NEGARA DAN DAERAH KEDEPANYA

 kurang lebih setahun ini warga sul sel di begitu heboh membicarakan soal pilgub sul sel yang akan di gelar tahun 2018 atau tahun ini, beberapa figur calon pemimpin sul-sel dalam setahun ini bergerilya sebut saja Prof Nudrin Abdullah, Nurdin Halid, Ikhsan yasin Limpo dan Agus arifin saling memperlihtkan tajinya untuk meraih simpatisan warga sul sel, bukan hanya itu mereka pun berlomba mendaptkan rekomendasi partai sebagai syarat utama untuk maju di arena pertarungan. akhir akhir ini sering terdengar adanya pembegalan partai, pembegalan KTP. tentu itu hanya bumbu bumbu dalam politik, tentunya dari semua figur tak ada yang mau kalah pasti akan menang semua tapi pada kahirnya mereka harus tanggung jawab.  Tanggung jawab tersebut ialah tanggung jawab kepada masyarakat yang dipimpinnya. Tanggung jawab itu harus dilaksanakan dengan profesional. Oleh karena itu, dalam menyongsong Pilgub sul sel 2018 yang sudah di depan mata ini, kita perlu kedewasaan berpolitik.
Sederhananya, kedewasaan politik merupakan sikap saling memahami, sikap menjunjung tinggi toleransi sehingga masyarakat juga tidak terpancing isu-isu SARA yang mengancam persatuan bangsa. Sebagai negara yang majemuk, rakyat sul-sel dan indonesia pada umunya harus sadar bahwa negara ini milik kita, harus kita jaga. Oleh karena itu, menjaga kedamaian dalam pilgub menjadi bagian penting dari proses demokrasi Indonesia.
Pilgub sangat penting adanya, mulai dari proses kampanye, masa pemilihan, sampai pada masa penetapan, maupun pengujian hasil perhitungan suara. Semua harus kita kawal bersama. Semua itu karena kita menginginkan pemilihan yang damai dan indah dan tanpa ada kecurangan yang pastinya akan menyakiti warga indonseia. Oleh karena itu, kita harus lebih mengedepankan kepentingan bersama jika dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan kelompok. Semua demi Tanah Air kita tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rabu, 15 November 2017

wisata kebun karet. sangat cocok untuk yang hobby hunting

Membicarakan Objek Wista di Kabupaten Bulukumba, sul sel tak pernah habis.
Daerah Tingkat II di Provinsi sul sel ini memiliki sejumlah potensi objek wisata dari timur hingga barat.
Objek wisata yang daerah tersebut miliki tak habis-habis diperbincangkan.
Mulai wista pantai, bahari, pasir putih, wisata alam kolam renang, wisata seni dan budaya Ammatoa Kajang, agrowisata yang terdapat di gantarang dan Kindang.
Hingga wisata perkebunan karet. Pohon-pohon karet ini ternyata memberikan kesejukan tersendiri dibandingkan objek wisata lainnya di Bulukumba.
Perkebunan karet ini mendiami sejumlah kecamatan di Kabupaten Bulukumba, seperti Kecamatan Kajang, Bulukumpa, Rilau Ale, Ujung Loe hingga Kecamatan Herlang.
Bagi yang warga yang sedikit stres dapat mengunjungi perkebunan hutan karet yang dikelola oleh PT London Sumatera dan yang dikelola oleh petani sendiri.
Untuk masuk ke lokasi ini pun murah karena tak dipungut biaya. dan bagi anak muda yang hobby dengan hunting anda bisa mencoba lokasi tersebut. terlebih lagi yang ingin melakukan frewedding dengan suasana alam.

Kamis, 09 November 2017

Mari Bersama Maknai hari pahlawan

Dengan seluruh angkasa raya memuja pahlawan Negara  
Tlah gugur remaja diribaan bendera bela nusa bangsa

 Tanggal 10 November dipilih sebagai Hari Pahlawan karena pada hari itu pasukan Indonesia melakukan perang pertama dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kejadian itu menjadi satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. Pertempuran tersebut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Momentum peperangan di Surabaya tersebut menjadi legitimasi peran militer dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Sehingga nilai kepahlawanan tersemat dalam sebuah perjuangan melawan agresi militer.

Pada saat itu para pejuang hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya menggunakan bambu runcing. Namun hal itu tak menjadikan para pejuang kita gentar untuk melawan penjajah. Salah satu tokoh kunci yang terkenal pada saat perjuangan itu adalah Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siarannya radionya. Itu merupakan sekilas tentang perjuangan para pahlawan bangsa ini dalam meperoleh kemerdekaan Indonesia.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya, seperti kata Bung Karno “Negara Yang Besar Adalah Yang tidak melupakan Jas Merah” Artinya tidak akan melupakan sejarah suatu bangsa tersebut. Para pahlawan rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan negara Indonesia. Tanpa jasa mereka, kita tidak bisa menjadi bangsa dan negara Indonesia seperti sekarang. Kita harus mampu mengenang dan menghargai pejuangan, pengorbanan para pahlawan dan pemimpin bangsa yang menjadi simbol negara Indonesia. itulah sebabnya, sejarah bangsa ini telah mendokumentasikan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah “hadiah” dari bangsa lain, melainkan hasil dari perjuangan dan pengorbanan jiwa & raga para syuhada Mujahid pejuang & “founding fathers” (Bapak-Bapak Bangsa) se-Nusantara dengan aneka keberagaman latar belakangnya. Mereka berjuang dan berkorban, sejak periode “merebut kemerdekaan” hingga periode kritis ketika harus “mempertahankan kemerdekaan” yang telah diproklamasikan.

Namun, sangat disayangkan mutu peringatan itu terasa menurun dari tahun ke tahun, terutama generasi muda. Generasi muda saat ini sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Hari Pahlawan yang selalu kita peringati hendaknya jangan hanya mengedepankan unsur seremoni belaka, tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan yang dipesankan oleh para pahlawan ini. Akan sangat ironi bila memperingati hari pahlawan sebatas seremoni saja tanpa mengambil tauladan dari nilai-nilai perjuangan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, sebagai generasi Pemuda Muslim, kita harus mampu memberi makna baru atas tonggak bersejarah kepahlawanan dengan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman. Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan.

Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia Kemerdekaan Sejati yang damai , yang adil, makmur dan demokratis, dan Indonesia yang berakhlakul karimah,  bersih serta bebas korupsi. Negeri kita sedang diwarnai banyak kasus korupsi yang sudah mencapai stadium terakhir. Karena sudah melibatkan para pejabat tinggi dan yang paling menyedihkan sudah melibatkan para penegak hukumnya sendiri. Dimana semestinya mereka memposisikan diri sebagai pemberantas korupsi. Namun kini justru kebalikan dari semua itu. Indonesia sangat membutuhkan orang-orang berani untuk memberantas meningkatnya angka korupsi tersebut. Mengingat korupsi merupakan akar dari kehancuran sebuah Bangsa dan Negara.

Karekteristik seorang pahlawan adalah jujur, pemberani, dan rela melakukan apapun demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat. Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, hari pahlawan tidak hanya pada 10 November, tetapi berlangsung setiap hari dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Setidaknya kita harus mampu bertanya pada diri sendiri apakah rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. maka dari itu Peringatan Hari Pahlawan sebaiknya dijadikan momentum sebagai hari besar yang dirayakan secara khidmat, dan dengan rasa kebanggaan yang besar, karena merupakan kesempatan bagi seluruh bangsa untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak terhitung jumlahnya dalam perjuangan bersama bagi tegaknya NKRI yang baru saja diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 kala itu.



Fattaqullaha Mastatho’tum
Billahi Fii Sabilil Haq

" By Nugraha aril pase

Rabu, 08 November 2017

Eksistensi Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja

Seiring dengan  perkembangan zaman, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser oleh pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul. Penggunaan bahasa gaul yang banyak dikalangan remaja membuat eksistensi bahasa Indonesia menurun. Oleh karena itu, pengaruh bahasa gaul terhadap penggunaan bahasa yang baik dan benar di kalangan remaja harus mendapat perhatian.
Bahasa gaul adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an hingga saat ini menggantikan bahasa prokem yang lebih lazim dipakai pada tahun sebelumnya. Pada dasarnya ragam bahasa gaul remaja memiliki ciri khusus, singkat, lincah, dan kreatif. Saat ini banyak sekali remaja yang menciptakan bahasa gaul, yaitu bahasa baku yang dirubah, sehingga cenderung orang dewasa tidak dapat memahami bahasa yang dikatakan oleh para remaja tersebut. Pengaruh bahasa gaul di kalangan remaja dapat muncul dari mana saja.
Remaja cenderung lebih menyukai bahasa gaul dari pada menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan perkembangan bahasa gaul dapat muncul dimana saja, bahasa yang digunakan oleh anak muda pada umumnya ini muncul dari kreativitas mengolah kata baku bahasa Indonesia menjadi kata tidak baku. Bahasa gaul ditemukan dimana saja, karena bahasa gaul dapat timbul di iklan televisi, lirik lagu remaja, novel remaja dan pengaruh media sosial. Inilah kenyataan bahwa tumbuhnya bahasa gaul  ditengah eksistensi bahasa Indonesia tidak dapat dihindari, ini karena pengaruh perkembangan alat komunikasi yang terus berkembang dan karena bahasa gaul yang dipakai anak muda kebanyakan maka bahasa baku akan tergeser eksistensinya. Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis menggunakan bahasa gaul dimedia masa elektronik, membuat remaja semakin sering menirukan dikehidupan sehari-hari hal ini sudah wajar karena remaja suka meniru hal-hal yang baru.  Inilah hal yang membuat bahasa Indonesia yang baik berganti dengan bahasa gaul.
Jadi, eksistensi penggunaan bahasa gaul dikalangan remaja semakin sering bermunculan di kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat bahasa Indonesia semakin hilang karena pada dasarnya banyak remaja yang memunculkan bahasa gaul dengan kreatifitas mereka yang datang dari mana saja.

Rabu, 08 Juni 2016

LDR

Long Distance Relationship, begitulah banyak orang menyebutnya. Sebuah kisah cinta penuh cerita. Cerita tentang pengorbanan, cerita tentang kesetiaan, tentang kesabaran, tentang kedewasaan, tentang perselingkuhan hingga cerita tentang putus di tengah jalan.
“ku kayuh sepeda kumbangku….
ku berkhayal andai dapat mengantarkanku, sampai ke rumahmu…
seandainya aku bisa terbang
kan ku jelang kekasih….”
Memutuskan untuk tetap berpasangan saat mata tak saling melihat adalah hal yang luar biasa. Meski untuk itu seseorang harus siap Lelah Diterpa Rindu. Meski untuk menjalaninya seseorang perlu sekuat tenaga meredam cemburu. Cemburu pada keramaian, saat melihat sepasang manusia lainnya saling menggenggam tangan, ia hanya menggenggam angin. Saat hujan sepasang manusia berpayung berduaan, aku berpayung dengan siapa ?. Saat Sabtu malam tiba, semua orang keluar merenda kasih, aku hanya jadi penunggu rumah kos, menatap layar laptop sambil memegang tisu. Ketika di dalam cafe semua meja penuh berpasangan, meja miliknya justru selalu menyisakan satu kursi kosong. Ini tak adil, bukan ?.
Memutuskan untuk tetap berpasangan saat raga tak saling dekat adalah hal yang luar biasa. Meski untuk menjalaninya seseorang harus siap mendengarkan banyak suara-suara miring tentang nasib pelaku LDR, tentang kisah cinta jarak jauh yang kerap berujung antiklimaks.
Antiklimaks dalam hubungan jarak jauh sebenarnya kerap juga terjadi dalam kisah cinta jarak dekat pada umumnya. Hanya saja antiklimaks dalam LDR terasa lebih menyesakkan karena sering dibumbui cerita hadirnya orang ketiga. Antiklimaks dalam LDR juga terasa lebih menguras perasaan jika mengingat pengorbanan yang sudah dipersembahkan untuk mencoba mengerti dan percaya satu sama lain.
Cerita cinta jarak jauh memang kerap melahirkan banyak ending yang mengundang empati. Dan suara-suara miring tentang akhir cerita sebuah LDR membuat banyak pelakunya takut menjalani. Cerita-cerita antiklimaks hubungan LDR akhirnya sering membuat pelakunya ragu untuk tetap saling mempertahankan. Buat apa menjalani cinta begini jika akhirnya juga akan sendiri ?. Untuk apa tetap berdua jika ini hanya sebuah jomblo yang tertunda ?.
Semua orang tahu apa itu LDR. Tapi hanya pelakunya yang mengerti pasti rasanya menjalani kisah cinta jarak jauh. Mereka bahagia tapi kadang juga menderita. Mereka mencoba saling percaya tapi sering tak bisa mengelak dari rasa curiga. Menuntaskan rindu lewat suara di ujung telepon atau tatap muka lewat video tidak pernah bisa mengganti tatapan mata secara langsung. Pesan saling menguatkan kadang terasa hambar tanpa pelukan. Apalagi jika masalah melanda, menyelesaikannya dari sambungan telepon kadang malah memperburuk keadaan. Pada akhirnya mereka yang menjalani LDR kerap merasa hubungan mereka seperti bohong belaka. Mereka terikat janji tapi seperti tak memiliki, jadi apa bedanya dengan para single lain ?. Pikiran-pikiran itu akhirnya sering membuat para pelaku LDR merasa lelah.
Bicara itu mudah, berjanji dalam hati juga tidak sulit. Tapi tak ada yang lebih tahu perasaan tersiksa dari hubungan jarak jauh kecuali mereka para pelaku LDR. Tersiksa oleh rasa curiga dan cemburu. Tersiksa oleh kekhawatiran akankah hubungan ini akan bermuara indah atau hanya akan berakhir sama seperti cerita-cerita korban LDR ?. Sebenarnya tak ada beda yang benar-benar nyata antara cinta jarak dekat dan cinta jarak jauh. Selagi ada niat menjaga hati, semua masalah bisa teratasi.
Jodoh memang sudah dituliskan dalam suratan Tuhan. Tapi menyerah bukan cara yang dianjurkan Tuhan. Memutuskan untuk tetap berpasangan dalam rentangan jarak yang jauh adalah hal luar biasa yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang pilihan. Siapa bilang cinta jarak jauh hanya menghadirkan rasa jenuh ?. Justru sebaliknya, pelaku LDR adalah orang-orang yang diberikan banyak perasaan istimewa. Hanya pelaku LDR yang memahami indahnya pertemuan setelah menyimpan rindu sekian lama. Hanya pelaku LDR yang bisa menghargai pengorbanan pasangan melintas ratusan kilometer untuk bisa tiba di muka rumah, mengetuk pintu, dan mengucap “hai…”. Hanya pelaku LDR yang bisa merasakan indahnya kejutan surat di muka pintu atau berdebar-debar menanti layar skype dan chatting terbuka. Dan hanya pelaku LDR yang bisa menguji cintanya lewat ujian-ujian yang tak dialami orang lain.
Menjaga hati memang tak mudah. Apalagi ketika konflik batin dan pikiran beradu. Ketika hati ingin bertahan, tapi pikiran justru diserbu banyak godaan. Hubungan ini memang berkomitmen tapi tak pasti. Untuk apa menjaga hati jika akhirnya sendiri ?.  Rasa semacam itu kerap sekali membuat pelaku LDR tersiksa. Siksaan yang kerap menggoda para pejuang LDR untuk menyerah.
Tapi lihatlah, banyak orang yang sanggup lewati waktu dengan bahagia. Banyak orang yang dengan sederhana menjalani harinya di kejauhan hingga akhirnya bisa menjemput pasangannya di hari bahagia. Banyak pejuang LDR yang diam-diam tanpa banyak kata bisa membingkai cerita cinta abadi.
Tak ada satupun jenis hubungan, entah LDR, entah jarak dekat yang selalu berjalan mulus. Tapi banyak pejuang LDR yang berhasil melalui hari menembus jarak dan meraih bahagia. Sebaliknya, banyak pasangan satu kampus yang bubar jalan di tengah semester. Jadi apa yang ditakutkan dalam sebuah hubungan LDR selagi ada komitmen dan kesungguhan hati untuk saling menjaga dan percaya ?. Rasa curiga dan cemburu jadikanlah anugerah untuk saling mengingat. Rindu yang berkepanjangan jadikanlah pupuk untuk menyemai pertemuan yang lebih berarti di masa nanti. Bukankah rasanya indah memiliki kesetiaan dari dan untuk pasangan ?.
Bagaimana dengan orang ketiga ?. Takkan datang orang ketiga kecuali sengaja diundang. Jadi selagi hati kita terjaga untuk tak bermain dan mengundang pemeran pengganti, kita pun bisa berharap pasangan yang jauh di sana akan bertindak serupa. Godaan terhebat pun takkan pernah tega menghampiri mereka yang setia.
Banyak buku dan petuah orang ternama yang berusaha memberikan tips sukses menjalani hubungan jarak jauh. Tapi semua itu sesungguhnya cukup dirangkum lewat dua hal yaitu cinta dan syukur. Mensyukuri anugerah cinta apapun keadaannya akan membuat orang semakin dewasa. Demikian juga dalam hubungan jarak jauh ini, rasa syukur dapat mengatasi segala rintangan dan rentangan jarak.
Jangan melihat antiklimaks dari pelaku LDR yang gagal menjaga hati. Itu bukan karena jarak yang memisahkan, tapi karena cintanya yang tak ada. Jangan merangkum cerita dari para korban LDR yang gagal setia tapi berdalih jomblo yang tertunda. Itu bukan karena jarak yang terentang jauh, tapi karena hatinya yang mudah tergoda.
"Di saat engkau di sana... kadan langit terasa gelapnya..
walau ke ujung dunia .. pasti akan ku nanti
meski ke ujung samudra pasti ku kan menunggu.."

Sejarah Desa Batulohe



       saat itu hanya ada pejabat sementara, tahun 1994 barulah di adakan pemilihan yang saat itu di menangkan oleh Dra marliah lahae. Selama Pemerintahan di bawah pimpinan Dra Marliah selama 2 tahun penambahan satu Dusun pun terjadi di mana sebelah barat Desa Jojjolo dan sebagian wilayah Desa Bontominasa menyerahkan sebagian Desa Batulohe terbentuk sekitar tahun 1992 dari pemekaran Desa Bontominasa, yang mana dalam pemekaran Desa ini dirintis oleh  Camat Bulukumpa yang saat itu menjabat Andi Arman SE. pada saat itu Desa Batulohe hanya terdiri dari 3 dusun yaitu Dusun Batukarambu,Dusun Bontorannu dan Dusun Bontomihu, barulah pada saat berjalan 1 tahun penambahan satu dusun dimana di bagian selatan Desa Bontominasa yaitu di daerah Bontoa resmi menjadi bagian dari Desa Batulohe pada wilyahnya ke Desa Batulohe dan di namakan Dusun Batukarambu, penamaan Desa Batulohe tidak lepas dari kondisi daerah banyaknya batu batu besar di derah tersebut sehingga Desa tersebut di namakan Desa Batulohe yang jika di artikan kedalam bahasa Indonesia yaitu batu yang banyak, saat ini Desa Batulohe termasuk Desa yang tingkat pembangunan begitu pesat dan saat ini di pimpin oleh Ibnu Hajar.

A.  Keadaan Geografis
        Letak Geografis Desa Batulohe secara geografis merupakan daerah perbukitan dan bergelombang, terletak di antara Desa Sangkala di sebelah timur dan Desa Pattiroang Kecamatan Kajang sebelah selatang, sementara di sebelah utara berbatasan dengan Desa Bontominasa dan seblah barat berbatasan dengan Desa Jojjolo. Dilihat  dari fhotografi ketinggian wilayah desa Batulohe berada di antara 50-200 meter dari permukaan laut dengan curah hujan 5745 mm/tahun. Serta suhu rata- rata antara 13-12 oC. Dengan kelembaban udara 70% pertahun. desa batulohe terletak di wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba Propensi sulawesi selatang.
       Desa Batulohe secara administratif di batasi desa-desa tetangga
yaitu :
1.    Sebelah timur          : Desa Sangkala
2.    Sebelah selatang    : Desa pattiroang
3.    Sebelah barat          : Desa Jojjolo
4.    Sebelah utara          : Desa Bontominasa
B.  Kondisi demografi
           Luas wilayah Desa Batulohe adalah adalah 729 ha dengan jumlah penduduk sebanyak 1.300 jiwa.. Luas lahan yang ada terbagi dalam beberapa peruntukan, dapat di kelompokan  seperti fasiltas umum, pemukiman, pertanian, kegiatan ekonomi dan lain-lain. Luas lahan yang di peruntukan fasiltas umum adalah sebagai berikut: luas tanah untuk jalan : 3,7 ha Untuk bangunan umum : 5 ha untuk pemakaman : 5 ha sedangkan untuk aktifitas pertanian dan penunujangnya terdiri dari : lahan sawah dan ladang seluas : 93 ha sementara untuk peruntukan lahan untuk aktifitas ekonomi terdiri atas lahan pasar : 0,81 ha lahan industri : 0,36 ha  lahan untuk pertokoan 0,32 ha selebihnya untuk lahan pemukiman seluas : 329,67 ha. Tanah bengkok : 36,08 ha lahan perkantoran 1,07 ha, lahan untuk peribadatan : 1 ha.wilayah. Desa Batulohe terdiri atas 8 RK dan  dan 8 RT dapat di kelompokan menjadi 5 dusun yaitu, Dusun Batukarambu,Dusun Bontorannu,Dusun Bontoa,Dusun Bontomihu,dan  Dusun Batunilamung, digunakanya istilah dusun untuk mempermudah pemerintah desa dalam menjalankan roda kepemerintahan Desa
C.  Keadaan Kondisi Dan Ciri Geologis Wilayah
         Keadaan dan ciri geologis wilayah Desa Batulohe secara umum mempunyai ciri geologis berupa lahan berpasir dan sebagian wilayah merupakan tanah bebatuan.dari luas wilayah Desa Batulohe merupakan tanah perkebunan karet milik perusahaan PT PP LONSUM, selain itu digunakan untuk lahan pertanian seperti kebun dan sawah milik para masyarakat. lahan berpasir sedikit membantu mengurangi resiko banjir yang setiap tahun di alami Desa-desa paling ujung dari saluran irigasi, lahan berpasir di Desa Batulohe dapat dengan cepat menyerap air yang datang menggenangi di daerah ini sehingga banjir atau genangan air akibat hujan maupun luapan sungai dan saluran irigasi cepat menjadi surut, pada musim hujan lahan berpasir ini dapat di tanami padi, sebagai selingan bertanam, di wilayan dusun batunilamung terutama sisi paling barat ciri geologisnya berupa tanah bebatuan, dengan lapisan atasnya tanah lempung berwarna merah, secara topografi tanah in berbentuk pegungan atau dataran tinggi dengan ketinggian kurang dari 300 meter di atas permukaan laut wilayah inilah yang paling tinggi posisinya di antara dusun dusun yang lain yang ada di desa Batulohe
       Sementara Dusun Bontoa dan Dusun Bontomihu merupakan tofografi dataran tinggi dengan permukaan bergelombang dan sebagian kecil dataran tinggi, Dusun batukarambu dan Dusun Bontorannu merupakan wilayah yang bergelombang dengan jenis tanah bebatuan bahkan permukaan tanah kebanyakan dari batu cadas. Wilayah ini adalah wilayah dataran rendah dengan ketinggian 50 meter di atas permukaan laut. Wilayah inilah yang paling rendah posisinya di antara wilayah wilayah yang lain di desa batulohe, Dan saat ini desa batulohe kembali di pimpin oleh bapak ibnu hajar
Bapak Ibnu Hajar. Kepala Desa Batulohe. Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba


TANAH TOWA, KEINDAHAN DI BALIK RIMBUNYA HUTAN ADAT

Kokok ayam ketawa mengantar langkah saya memasuki kawasan adat Ammatoa – sebuah bentang alam rimbun yang dihuni masyarakat Suku Kajang di Desa Tana Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Tergolong tempat magis yang diselimuti banyak misteri, wisatawan yang berkunjung ke Tana Towa memang sedikit. Berbeda jauh dengan Tana Toraja, objek wisata budaya yang berlokasi di provinsi yang sama. Tetapi jangan salah, pesona alam dan budaya Tana Towa tak kalah.
engunjung di pintu masuk menuju kawasan adat Ammatoa. Pintu ini berfungsi sebagai batas kultural antara Tana Kekea (permukiman dalam) dan Tana Lohea (permukiman luar). Foto: Clara Rondonuwu
Setelah berjalan melewati setapak berbatu yang dikelilingi bambu dan pohon kayu biti (Vitex cofassus), saya sampai di Dusun Benteng. Ini adalah satu dari tujuh dusun yang ada di dalam gerbang kawasan adat Ammatoa atau biasa disebut Tana Kekea. Masyarakat Kajang yang ada di daerah tersebut masih memegang teguh ajaran nenek moyangnya dan merupakan pengikut setia sang pemimpin adat yakni Ammatoa.
Kawasan tersebut steril dari motor, mobil, televisi, dan listrik. Laki-laki dan perempuan yang berbusana serbahitam tampak lalu lalang membawa hasil hutan atau menggembalakan sapi. Adapun rumah-rumah mereka tampak seragam, berbahan kayu dan menghadap Gunung Lompobattang. Yang khas, tiang-tiang rumah melengkung mengikuti bentuk asli dari kayu biti. Letak dapur juga persis di sebelah pintu masuk.

Anak-anak berjalan kaki sepulang sekolah menuju rumah mereka yang berada dalam kawasan adat Ammatoa. Warna seragam disesuaikan dengan adat, yakni putih hitam. Foto: Aril Nugraha
Masyarakat Kajang dalam Tana Kekea secara sengaja menjauhi kehidupan modern. Bukannya alergi teknologi, akan tetapi menurut adat setempat kesederhanaan hidup bisa lebih terjaga tanpa keberadaan barang-barang tersebut. Apalagi hampir semua kebutuhan hidup mereka tercukupi dari beraneka sumber daya hutan.
Buat masyarakat yang ingin menikmati listrik dan barang elektronik, ada pilihan untuk tinggal dalam dua dusun lain di luar gerbang kultural atau disebut Tana Lohea.

Perempuan Kajang mengenakan sarung hitam yang mereka tenun sendiri. Pewarna diambil dari daun tarum yang tumbuh di hutan. Foto: Aril nugraha
Tana Towa dalam bahasa setempat berarti tanah tertua. Masyarakat Suku Kajang meyakini bahwa di tempat itulah kehidupan paling awal dimulai, saat daerah sekelilingnya hanya lautan. Manusia pertama ada di Tana Towa, kemudian bertambah banyak dan memenuhi berbagai penjuru dunia.
Mereka juga meyakini, Tuhan senantiasa mengawasi kehidupan mereka lewat hutan. Selama 40 tahun lamanya, hutan di kawasan adat Ammatoa terjaga dengan baik dan luasannya tetap. Menurut Kepala Desa Tana Towa, Sultan, masyarakat Kajang memiliki pembagian jelas mana hutan yang bisa dinikmati hasilnya dan mana yang disakralkan.
photo (6)
Suasana di Desa Benteng, desa yang berada dalam kawasan adat Ammatoa. Foto: Aril Nugraha
Ada ratusan hektare hutan di kawasan tersebut yang disucikan dan masyarakat adat menolak memberi ruang bagi perusahaan perkebunan untuk mengeksploitasi hutan mereka. Sultan mengatakan bahwa hutan sakral tersebut hanya boleh dimasuki saat masyarakat Kajang menggelar ritual adat seperti andigigi atau upacara untuk mengajukan harapan kepada sang pencipta. Ada pula kegiatan ritual lain untuk memohon keselamatan supaya terhindar dari malapetaka.
“Hutan itu adalah adat dan adat itu hutan. Walaupun persepsi negara mengatakan kawasan itu adalah hutan produksi terbatas, tetapi selama itu pula kami mengakuinya sebagai hutan adat,” kata Sultan, menyinggung tentang problem kepemilikan hutan yang tengah membelit masyarakat adat tersebut.
photo (7)
Perempuan di kawasan adat Ammatoa menenun sendiri sarung hitam mereka. Pewarna diambil dari daun tarum yang tumbuh dalam kawasan hutan. Foto: aril aril nugraha
Adapun menurut peneliti kehutanan dari World Agroforestry Centre, James Roshetko, Tana Towa adalah contoh baik dari pemberlakuan peraturan adat yang tepat dalam melindungi dan mengatur penggunaan sumber daya hutan. Sudah selayaknya mereka mendapat pengakuan atas upayanya mengelola kawasan alamnya, apalagi saat ini sebagian besar hutan alam di Bulukumba sudah beralih fungsi. “

Pemdes Batulohe gotong royong bersihkan area pemakaman umum di desa

 Sinar matahari pagi mulai berangsur naik, terlihat Beberapa warga Desa Batulohe bersama dengan pemdes dan Pemuda Desa Batulohe kecamatan Bu...